Bantar Gadung, – Pada Rabu, 4 Maret 2026, Babinsa Desa Bantar Gadung, Koramil 2203/Warungkiara Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Serka Didik, terus melakukan pengecekan terhadap warga serta bangunan yang terdampak pergerakan tanah sejak 22 Februari 2026.
Dalam pemantauan di Kampung Cijambe, Desa Bantar Gadung, Kecamatan Bantar Gadung, Serka Didik menemukan adanya perubahan konstruksi tanah yang semakin melebar, mulai dari 5 sentimeter hingga 20 sentimeter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan bangunan rumah warga di sekitarnya.
Salah satu warga terdampak, Bapak Saepulloh, menuturkan bahwa kerusakan rumah terjadi secara bertahap. Awalnya hanya muncul retakan kecil pada dinding, namun dalam kurun waktu sekitar satu minggu, bangunan beton tersebut mengalami kerusakan berat hingga akhirnya roboh.
Berdasarkan data awal, jumlah warga terdampak yang berada di pengungsian tercatat sebanyak 63 Kepala Keluarga atau 207 jiwa. Namun berdasarkan pembaruan data per 4 Maret 2026, jumlah pengungsi diprediksi telah mencapai 257 jiwa. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Neni selaku Kader Ketua PKK Pokja 4 Peduli Lingkungan Kampung Cijambe.
Ia menjelaskan bahwa jumlah pengungsi bersifat dinamis, karena setiap waktu terdapat warga yang datang ke lokasi pengungsian maupun yang kembali ke rumahnya. Lokasi pengungsian sementara berada di Kampung Pasapen RT 03 RW 06, Desa Bantar Gadung, Kecamatan Bantar Gadung.
Dalam pelaksanaan pengamanan dan pelayanan di lokasi pengungsian, personel yang terlibat setiap harinya terdiri dari: Linmas sebanyak 4 orang, Relawan warga sebanyak 6 orang, Serka Didik selaku Babinsa Desa Bantar Gadung, Tenaga kesehatan dari Puskesmas Bantar Gadung sebanyak 2 orang.
Serka Didik menegaskan bahwa pengecekan dan pemantauan akan terus dilakukan secara bertahap setiap hari guna memastikan keselamatan warga. Peninjauan difokuskan pada perubahan situasi lapangan serta perkembangan kondisi tanah dan bangunan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang dapat mengancam masyarakat.
Upaya ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menghadapi bencana alam, sekaligus memastikan warga terdampak mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan rasa aman selama masa tanggap darurat berlangsung. (Pen)